Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Kabar Kuliner
Misi dagang sektor rempah bukukan transaksi Rp239,4 miliar di Belanda
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-09 02:54:31【Kabar Kuliner】019 orang sudah membaca
PerkenalanDirektur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi menghadiri

Jakarta (ANTARA) - Misi dagang Kementerian Perdagangan RI bertajuk "Where Spices Tell Stories" ke Belanda pada 29 Oktober-1 November 2025 mencatatkan potensi transaksi senilai 14,6 juta dolar AS atau sekitar Rp239,4 miliar.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengangakan keberhasilan tersebut memberi sinyal positif bagi peningkatan ekspor sektor rempah dan bumbu Indonesia. Capaian itu juga merefleksikan tingginya minat pasar Eropa terhadap produk rempah dan bumbu Nusantara.
"Importir Eropa menilai produk rempah dan bumbu Indonesia memiliki keunggulan dari segi aroma dan kualitas. Produk kita juga berpotensi untuk memenuhi kebutuhan pasar pangan organik dan berkelanjutan yang sedang berkembang pesat di Eropa," ujar Puntodewi dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Adapun rempah dan bumbu yang paling diminati antara lain pala, lada putih, kunyit, jahe, serta bumbu makanan siap pakai.
Potensi transaksi dicapai melalui kegiatan forum bisnis dan penjajakan kerja sama bisnis (business matching) yang diselenggarakan di Indonesia House Amsterdam pada 30 Oktober 2025. Dalam forum ini, pelaku usaha Indonesia memperkenalkan produk unggulan mereka kepada pembeli asal Belanda, Prancis, dan Jerman.
Misi dagang diikuti sepuluh pelaku usaha Indonesia. Para peserta misi dagang mendapat kesempatan langsung menjajaki kerja sama dagang dengan mitra Eropa, serta memperluas jejaring distribusi di Belanda yang dikenal sebagai pintu gerbang perdagangan Eropa.
Selain forum bisnis, para peserta juga mengunjungi beberapa importir besar seperti Amboina, Nesia Food BV, Bina BV, dan INA Trading/Furnilux untuk mempelajari pola impor dan distribusi produk rempah di pasar Belanda.
Sebagai bagian dari rangkaian misi dagang tersebut, Kemendag menjalin pertemuan dengan Centre for the Promotion of Imports from Developing Countries(CBI) dan Netherlands Enterprise Agency (RVO) pada 31 Oktober 2025.
Pertemuan membahas penguatan kelembagaan ekspor, pengembangan produk, serta akses pasar bagi sektor pertanian dan perikanan.
Suka(47)
Artikel Terkait
- 368 siswa SDN 5 Mataram terima MBG
- Polda Kepri uji kualitas makanan bergizi gratis tiap hari
- PBB terima laporan adanya kekerasan seksual di El Fasher, Sudan
- Menteri PANRB pastikan pemerataan MBG hingga daerah terpencil
- Mendagri: Inflasi YoY Oktober masih aman di angka 2,86 persen
- Kiat menghindari penyakit semasa banjir
- Laba bersih PalmCo tumbuh 84 persen jadi Rp3,48 T di kuartal III
- BKKBN: Ngak ada kasus keracunan MBG pada kelompok 3B di Jabar
- SPPG Polresta Pati kenalkan kuliner khas daerah lewat Program MBG
- SPPG Polresta Pati minta maaf atas kendala distribusi MBG
Resep Populer
Rekomendasi

Akademisi: Pendatang di Yogyakarta alami tiga fase adaptasi budaya

BPOM ajak Universitas Tsinghua berkolaborasi kembangkan ATMP

Asa yang tumbuh kembali di Sekolah Rakyat Makassar

Keracunan menu MBG, Jakbar periksa keterlibatan produk UMKM

SPPG Tanbu perketat pengawasan kualitas MBG sebelum didistribusikan

APMAKI minta polisi usut tuntas kasus nampan MBG pakai label palsu

KLH ungkap kondisi Tanjung Perak usai kedatangan kontainer Cs

Mematri gerakan energi lestari dari sekolah berdikari